Putririnjani005's Blog

Just another WordPress.com weblog

Manajemen Pendakian

Banyak orang tertarik dalam kegiatan alam bebas, dimana kegiatan tersebut penuh resiko dan bahaya. Adanya resiko dan bahaya tersebut tidak mengurangi antusias sebagian besar penggemar kegiatan outdoor ini, karena memang inilah yang selalu menjadi daya tarik. Walaupun demikian akan lebih baik apabila sebelum melakukan kegiatan dilakukan berbagai persiapan yang matang dan cermat, sehingga kegiatan yang dilakukan dapat terlaksana sesuai yang diharapkan dan menghindarkan berbagai hal yang tidak diinginkan.

Adapun yang perlu diperhatikan dalam suatu perjalanan :

1.  perencanaan

2. pemilihan perlengkapan

3. penyusunan perlengkapan

PERENCANAAN PERJALANAN

Dalam suatu perencanaan awal diperlukan berbagai informasi mengenai lokasi yang akan dituju serta kondisi diri sendiri. Dalam perencanaan perjalanan, kita harus menentukan hal-hal seperti apa tujuan dan maksud (untuk menentukan kegiatan yang akan dilakukan dan perlengkapan yang diperlukan), tempat tujuan (untuk menentukan akan menetap atau akan berpindah-pindah),waktu perjalanan, perserta perjalanan (sendiri atau tim), dan transportasi.

Informasi yang perlu diketahui :

1. Pengetahuan Lokasi

Pengetahuan lokasi sangat penting dilakukan karena dapat untuk menentukan kira-kira waktu perjalanan yang akan ditempuh. Informasi tersebut dapat dilakukan dengan membaca berbagai laporan perjalanan, mencari lokasi di internet, ataupun dengan bertanya kepada orang-orang yang telah berpengalaman melakukan pendakian ke tempat tersebut. Hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain:

a. Topografi : perlu persiapan peta topografi untuk mengetahui keadaan alam lokasi, serta dapat menentukan rute perjalanan, jarak dan rute, dan perbekalan yang akan dibawa.

b. Iklim dan cuaca : pengetahuan mengenai iklim dan cuaca tidak kalah penting untuk menentukan suatu perjalanan. Banyak resiko terkait dengan cuaca terutama akhir-akhir ini sering kurang bersahabat. Tentunya kita tidak ingin membahayakan diri sendiri serta membuat orang-orang di sekitar kita khawatir.

c. Adat Istiadat

Dimana bumi dipijak disitu bumi dijunjung, demikian pepatah yang sering kita dengar. Apabila kita akan melakukan perjalanan ke suatu daerah, perlu diketahui adat istiadat daerah tersebut. Sehingga kita tidak akan menyalahi aturan yang berlaku di daerah tersebut. Jangan sampai timbul permusuhan dengan penduduk setempat.

d. Administrasi

Informasi administrasi sangat penting diketahui dalam hal pengurusan surat ijin perjalanan.

2.  Persiapan Diri Sendiri

Dari berbagai informasi yang telah dikumpulkan mengenai lokasi yang akan dituju, kita dapat menilai kesiapan diri kita dalam perjalanan yang akan ditempuh. Karena ketidaksiapan tidak hanya menghambat perjalanan tim namun dapat menggagalkan seluruh perencanaan yang telah disusun. Secara mental dan fisik, serta kemampuan dan materi harus benar-benar dikuasai. Secara mental, persoalan atau permasalahan harus segera diselesaikan, seperti misalnya kegelisahan karena belum mendapat ijin orang tua. Latihan fisik perlu untuk dipersiapkan jauh-jauh hari sebelum suatu perjalanan dilakukan. Kondisi materi (keuangan) juga perlu dipersiapkan, untuk memperkirakan kebutuhan keuangan yang akan diperlukan.

PEMILIHAN PERLENGKAPAN

Dengan perencanaan yang matang dan cermat, kita mulai dapat menentukan perlengkapan apa saja yang diperlukan. Prinsip-prinsip pemilihan perlengkapan:

1) Pilihlah perlengkapan yang tepat, sesuai dengan waktu (iklim dan cuaca), lokasi dan medan yang akan dihadapi, serta kegiatan yang akan dilakukan.

2) Bawalah perlengkapan sesedikit mungkin, tetapi juga selengkap mungkin. Hal ini bukan berarti meninggalkan barang yang penting, melainkan membawa sesuai yang dibutuhkan.

3) Pilihlah perlengkapan yang ringkas, praktis, ringan, dan  pnserba guna. Misalnya nesting (satu set panci susun) sangat simple dan praktis karena dapat digunakan untuk berbagai keperluan seperti mengambil air, tempat memasak, ataupun tempat makan.

PENYUSUNAN PERLENGKAPAN (PACKING)

Setelah perlengkapan yang akan digunakan sudah lengkap dan terkumpul, barang-barang tersebut disusun ke dalam ransel yang sudah dipersiapkan. Penyusunan barang pun perlu memperhatikan beberapa hal, karena selain lebih ringkas, bentuk ransel akan rapi dan mudah untuk dibawa. Adapun yang perlu diperhatikan:

1) Barang-barang dikumpulkann dan di cek keadaan dan fungsinya, seperti senter (bolam, baterai), kompor (bocor atau tidak).

2) Barang-barang yang sudah dikumpulkan, dikelompokkan menurut jenisnya, seperti pakaian, peralatan masak, bahan makanan, dll. Setiap kelompok dibungkus dalam kantong plastik sedemikian rupa agar mudah diambil dan tidak basah apabila kena hujan atau air tumpah.

3) Cara penyusunan :

–   Barang yang diperlukan diletakkan di bagian atas (ponco/rain coat), barang yang diperlukan pada akhir perjalanan di letakkan di bagian tengah (tenda), sedangkan barang2 yang tidak diperlukan dalam perjalanan diletakkan di bagian paling bawah (pakaian ganti/sleeping bag).

–  Berat beban dibagi secara seimbang di kiri dan kanan ransel, sehingga tidak akan menyiksa salah satu bahu.

–  Barang-barang yang berat diletakkan sedekat mungkin dengan punggung.

–  Ruang-ruang dalam ransel dimanfaatkan semaksimal dan seefisien mungkin. Jangan biarkan ada ruang kosong karena hanya akan membuat beban bertambah

–  Kantong-kantong di samping ransel diisi dengan barang-barang kecil dan penting, seperti misalnya pisau lipat, senter kecil, obat-obat yang diperlukan, atau botol minuman.

–  Kantong bahan makanan diletakkan terpisah dari kompor ataupun bahan bakarnya. Hal ini dilakukan untuk menghindari terkena bau atau tumpahan bahan bakar.

–  Barang-barang yang mudah pecah dan tajam dibungkus agar tidak merusak ransel atau barang lainnya.

–  Hindarkan untuk menggantungkan bermacam-macam barang di luar ransel, karena akan menambah berat beban. Usahakan semua perlengkapan dapat masuk ke dalam ransel. Untuk keperluan kelompok dapat dibagi di tiap-tiap personil. Sampah jangan digantungkan di luar ransel, karena sebelumnya semua barang dapat masuk dalam ransel, jadi sesudah terpakai seharusnya juga dapat dimasukkan kembali dalam ransel.

Jangan pernah membuang sampah di lokasi. Bawalah kembali sampai turun.

Take nothing but picture

Leave nothing but footprint

Kill nothing but time

Diharapkan dengan menguasai manajemen perjalanan dengan baik, resiko dapat dimimalkan. Selain itu setiap individu diharapkan menyadari keterbatasannya. Oleh karena itu sikap mempersiapkan segala sesuatunya sebelum melakukan perjalanan adalah tindakan yang bijaksana.

April 10, 2009 - Posted by | adventure

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: